Friday, January 24, 2014

Informasi Vaksin Anti Kanker Serviks Pertama di Dunia




Kanker serviks atau disebut juga dengan kanker leher rahim merupakan suatu penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum wanita. Jenis kanker ini dengan insiden tertinggi merupakan penyebab kematian utama kaum perempuan akibat kanker di Indonesia dengan kemunculan sekitar 15.000 kasus per-tahun.

Dapat diperkirakan kanker serviks ini terjadi pada perempuan di Indonesia setiap jam. Bahkan jika diperkirakan dengan seluruh dunia yang meninggal akibat kanker serviks ini sekitar 2 menit. Fakta ini bukan ditulis untuk menakut-nakuti Anda, melainkan untuk membangun kesadaran Anda terhadap bahaya dari penyakit ini.

Fakta membuktikan bahwa 99% kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV, vaksin serviks dengan injeksi kontrol yang efektif dari infeksi HPV, sehingga mencapai tujuan pencegahan kanker serviks.

Vaksin serviks, juga dikenal sebagai HPV (human papilloma virus, HPV) vaksin untuk jangka pendek, adalah vaksin kanker pertama di dunia. Dengan vaksinasi vaksin tersebut, secara efektif dapat mengurangi kejadian kanker serviks dari 70%.

Namun, yang memerlukan perhatian, vaksin HPV hanya dapat memainkan peran dalam pencegahan virus HPV, dan tidak dapat digunakan sebagai pengobatan, karena itu, hanya akan di vaksinasi terlebih dahulu untuk perlindungan terbaik.

Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapatkan vaksin HPV untuk melindungi penduduk usia 9-26 tahun, dan usia vaksinasi yang paling tepat berusia 11-12 tahun. Hal ini karena seks merupakan rute utama infeksi HPV, sehingga tidak ada kontak seksual perempuan berusia 11-12 (9 tahun dapat diinokulasi tetapi memutuskan orang tua dalam konsultasi dengan dokter) adalah orang yang paling tepat vaksinasi.

Dengan studi lebih lanjut dari vaksin HPV, kehidupan perlindungan vaksin santai. Meskipun pandangan bahwa vaksin tidak bisa memberikan lebih dari perlindungan antibodi 26 tahun, tetapi penelitian terbaru telah diperbaiki dalam hal ini.

Apakah vaksin ini hanya berlaku untuk perempuan? Tentu saja tidak. Pria dapat juga melalui vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV, sehingga mengurangi kutil kelamin, kanker penis, kejadian kanker dubur dan penyakit lainnya, untuk mencegah penularan HPV dari virus kepada pasangan seksual mereka.

Metode Penyuntikan

Vaksin kanker serviks harus diselesaikan dalam waktu enam bulan suntikan ketiga. Penyuntikan anak-anak diharuskan untuk memperoleh persetujuan dari wali sebelum injeksi.

Pantangan

Wanita hamil tidak boleh di beri vaksin ini karena dapat menyebabkan alergi. Jika awal injeksi kehamilan, dapat diselesaikan sampai setelah melahirkan.

Catatan

Penyuntikan bukan merupakan pengganti untuk skrining kanker serviks rutin, perempuan yang selalu hubungan seksual seharusnya melakukan pemeriksaan fisik secara teratur pada ahlinya


Sumber : http://www.doktergaul.com/blog/informasi-vaksin-anti-kanker-serviks-pertama-di-dunia/4148.html

Fisika Medis Semakin di Butuhkan Dunia Radiologi



Prinsip utama yang harus dipegang terkait proteksi radiasi sinar radioaktif adalah ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Kendati demikian, belum ada standar baku penggunaan radioaktif terutama dalam dunia medis. "Yang ada baru rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan olehInternational Commission on Radiological Protection (ICRP). Rekomendasi ini pula yang diimplementasikan di Indonesia karena belum adanya standar baku", kata Dr. Johan Noor kepada PRASETYA Online terkait paparannya dalam kegiatan "The 10th Asia-Oceania Congress of Medical Physics" yang diselenggarakan di Taiwan beberapa waktu silam (15-17/10).Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan makalahnya yang bertajuk "National Dose Reference Level for Head CT in Indonesia: the Beginning". Untuk CT Scan misalnya, ia menyampaikan, dosis efektif standar yang ditetapkan ICRP (publikasi no. 102) untuk satu kali scanningadalah 2 mSv (milisievert). "Padahal untuk CT Scan kepala besarnya lebih dari 100 kali thorax X-Ray, yang untuk sekali foto dosis efektifnya mencapai 0.02 mSv", kata dia.

Temporary hair loss, 37 hari setelah perfussion CT di kepala


Mengingat resiko bahaya yang diakibatkan paparan sinar radioaktif, dalam penelitiannya Johan berupaya untuk memproteksi khalayak ramai dari paparan radiasi terutama Sinar X. Lebih lanjut, alumni program magister dan doktoral University of New South Wales Australia ini menguraikan bahwa efek pemanfaatan radioaktif ada dua yakni efek deterministik dan efek stokastik. Efek deterministik yang dapat berupa kematian ataupun cacat fisik, menurutnya tercatat dalam sejarah Chernobyl (Rusia), Bhopal (India), Hiroshima (Jepang) dan Nagasaki 




Seorang Fisika Medis dalam rutinitasnya di Australia

(Jepang). "Yang lebih berbahaya justru efek stokastik karena bersifat subyektif, sangat bergantung daya tahan individu. Dengan dosis yang sama, reaksi tiap individu bisa jadi berbeda", kata dia. Terkait efek stokastik ini, Johan memberikan kasus di Jepang, dimana seorang wanita mengalami temporary hair loss pada hari ke-37 setelah melakukan perfussion CT di kepala. Resiko ini bukan hanya tertuju pada pasien yang berhubungan langsung dengan peralatan berbahan radioaktif tapi juga khalayak (awam) atau bahkan radiographer sendiri. "Untuk khalayak (awam), standar proteksi radiasinya adalah 1 mSv/tahun. Radiasi ini bisa darimana saja termasuk sinar matahari dan lingkungan sekitar. Bahkan penggunaan asbes sebagai eternit rumah pun mengandung paparan sinar radiasi", katanya. Sementara untuk radiographer yang memang rutinitas kesehariannya berkaitan dengan radiografi, memiliki standar proteksi radiasi sebesar 20 mSv/tahun. Untuk mengurangi resiko radiasi, para radiographer biasanya melakukan treatment dengan minum satu gelas susu murni dan dua butir telur ayam setiap hari. Sementara untuk obyek radiografi, penderita kanker misalnya, harus melakukan treatment dan berhenti tiap 10 kali proses teleterapi.


Karena berbagai bahaya tersebut, Johan pun menekankan pentingnya penentuan dosis pemanfaatan sinar pengion terutama sinar X. Terkait penelitian ini, Johan menggandeng dua orang mahasiswa Fisika Medis Jurusan Fisika FMIPA. "Mereka saat ini tengah melakukan penelitian sejak Bulan April 2010", kata dia.

Fisika Medis

Alat merupakan salah satu faktor penyebab seringnya terjadi malpraktik radiologi disampinghuman error, yang sangat kecil angkanya. "Pada umumnya radiographer hanya tinggal mengoperasikan alat sesuai petunjuk baku", ujar Johan. Terkait Quality Assurance dan Quality Control alat-alat radiologi, tambahnya, merupakan salah satu job description Fisika Medis. "Idealnya, pada sebuah instalasi radiografi di rumah sakit, disamping mempekerjakan Spesialis Radiologi (SpR) juga mempekerjakan Fisika Medis", terangnya. "Namun sayangnya, hal tersebut belum banyak dilakukan rumah sakit di Indonesia", kata dia. Hal ini berbeda dengan rumah sakit di Australia yang telah banyak mempekerjakan fisika medis. "Fisika medis telah banyak dipekerjakan di Australia bahkan wajib bagi instansi yang memanfaatkan sumber-sumber radiasi untuk tindakan klinis sehingga penanganan radiografi lebih terjamin. Di sana limbah bekas radioaktif ditangani khusus oleh para fisika medis ini", tambahnya. Di Indonesia, untuk sementara penanganan alat tersebut berada dibawah pengawasan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) yang bertugas diantaranya mengkalibrasi alat-alat radiografi. Mensitir keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 048/MENKES/SK/I/2007 tentang Penetapan Fisika Medik Sebagai Tenaga Kesehatan, Johan pun menekankan pentingnya keberadaan fisika medis di berbagai rumah sakit di Indonesia

Melihat berbagai bahaya yang ditimbulkan, Johan Noor menyayangkan persepsi dan perhatian berbagai pihak yang mengira bahwa radiasi hanya berkaitan dengan nuklir saja. "Padahal alat-alat radiografi seperti CT scan dan sinar X merupakan penyumbang radiasi hingga 40 persen dengan kecenderungan meningkat karena semakin canggihnya berbagai peralatan tersebut", kata dia. Teknologi CT Scan generasi kelima misalnya, telah sampai pada Multi Slice Multi Detector (MSMD) dengan hasil hingga 64 foto. Ketergantungan dokter yang sangat tinggi padadigital imaging menurutnya turut pula meningkatkan resiko tersebut. "Saat ini radiografi merupakan satu-satunya solusi untuk melihat kondisi organ dalam", katanya.

Memprediksi semakin tingginya kebutuhan Fisika Medis di Indonesia pada masa mendatang, Johan Noor bersama rekan-rekannya di Jurusan Fisika FMIPA-UB, saat ini tengah menggodog rencana mendirikan program magister Fisika Medis. Terkait pendirian ini, pihaknya berinisiatif untuk menggandeng Sir Charles Gairdner Hospital Australia. Di Indonesia, menurutnya, Magister Fisika Medis baru berada di Universitas Indonesia (UI) yang berkolaborasi dengan Batan, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Pertamina. 

sumber: http://prasetya.ub.ac.id/berita/Dr-Johan-Noor-Fisika-Medis-Semakin-Dibutuhkan-Dunia-Radiologi-1725-id.html


WOW Radiologi Termasuk Dalam 47 Profesi Terbaik di Dunia


Perkembangan zaman, teknologi, dan gaya hidup selalu membawa perubahan dalam banyak hal. Termasuk di bidang karir. Saat teknologi informasi sedang booming, profesi di bidang ini menjadi profesi yang paling menjanjikan, sehingga fakultas yang mengajarkan disiplin ilmu ini kebanjiran mahasiswa.
Namun demikian, tentu saja, dalam memilih karir kita tak boleh mengikuti tren, melainkan harus cocok dengan jiwa kita, sehingga kita bisa enjoy, tidak cepat bosan, dan senang berpindah-pindah tempat kerja.

Pada 2011 ini, menurut survey Health.com, ada profesi-profesi yang dianggap terbaik. Profesi yang membuat para penggelutnya merasa enjoy dan mengalami peningkatan taraf hidup yang berpengaruh pula pada gaya hidupnya. Profesi-profesi apakah itu? Ini dia:

Bidang bisnis:
1. Akuntan
2. Aktuaria
3. Penasihat keuangan
4. Analis keuangan
5. Logistik
6. Spesialis public relations
8. Manajer penjualan
9. Spesialis pelatihan

Bidang kreatif dan jasa:
1. Kreatif dan jasa boga
2. Kurator
3. Editor video dan film
4. Teknisi penghangat dan pendingin ruangan
5. Interpreter/translator
6. Artis multimedia
7. Penulis teknis

Bidang perawatan kesehatan:
1. Pelatih atletik
2. Ahli gigi
3. Teknisi laboratorium
4. Terapis pijat
5. Konsultan karier
6. Dokter Mata
7. Asisten dokter
8. Terapis fisik
9. Asisten terapis fisik
10. Teknik Radiologi

11. Perawat
12. Psikolog
13. Dokter hewan

Bidang sosial:
1. Rohaniwan
2. Wartawan pengadilan
3. Administrator pendidikan
4. Pemadam kebakaran
5. Terapis pernikahan
6. Mediator
7. Pekerja sosial medis dan kesehatan masyarakat
8. Guru
9. Perencana perkotaan

Bidang teknologi:
1. Ahli biomedis
2. Insinyur sipil
3. Ahli software komputer
4. Analis sistem komputer
5. Teknisi teknik lingkungan
6. Teknisi ilmu lingkungan
7. Ahli hidrologi
8. Ahli meteorologi
9 Arsitek network.


sumber : http://unik-nya-dunia.blogspot.com/2013/06/47-profesi-terbaik-di-dunia.html

Cara Mendeteksi Dini Benjolan Pada Payudara


Seperti yang kita ketahui adanya kanker payudara disebabkan karena sel abnormal yang berkembang pada payudara anda. Peringatan dini adalah dengan adanya tanda benjolan pada payudara anda. Anda juga harus mengetahui bahwa tidak semua benjolan pada kanker payudara merupakan benjolan abnormal. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi diantaranya adalah benjolan tersebut adalah kelainan hormon,atau adanya kista, infeksi bahkan bisa saja benjolan yang disebabkan trauma .

Satu dari delapanwanita beresiko terkena kanker payudara. Setidaknya sepertiga dari wanita tidakmenyadari bahwa perubahan yang dialami adanya kelainan yang memicu pada berkembangnya kanker payudara. Diagnosis dini sangat penting dalam mengetahui adanya kanker payudara. Jika anda tidak yakin di mana untuk memulai ,jangan khawatir. Kami akam memberikan panduan untuk dapat membantu anda dalam mendeteksi dini benjolan pada payudara anda.

Sangat mudah untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri, dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Meskipun mungkin tampak aneh atau tidak nyaman pada awalnya. Waktu yang tepat untuk memeriksakan payudara anda adalah seminggu setelah haid dimulai.

1. Menyentuh

Biasakan untuk menyentuh payudara anda pada waktu yang berbeda, misalnya ketika anda sedang menstruasi atau di luar menstruasibulan. Beberapa wanita memiliki payudara lembut dan kental sekitar waktu menstruasi mereka. Setelah menopause, umumnya payudara yang normal terasa lembut, kurang tegas dan tidak kental. Penting untuk anda mengetahui keadaan normal payudara, sentuhan lembut sewaktu-waktu bisa anda lakukan yaitu dengan mengangkat lengan kanan anda lurus ke atas, menekuk siku anda sehingga tangan kanan anda di belakang kepala. Mulaidari bagian luar payudara dan sentuh dengan teliti menggunakanjari secara gerakan melingkar. Perhatikan setiap kental, bintik-bintik keras atau lembut. Gambaran khas benjolan yang disebabkan oleh kanker adalah tidak teratur, keras, massa menyakitkan yang tidak bergerak. Ulangi proses pada payudara kiri anda .

2. Mencari

Berbaringlah telentang dengan bantal atau handuk di bawah satu bahu. Masukan lengan yang di bawah kepala Anda. Memeriksa payudara Anda satu per satu. Jika Anda mulai dengan payudara kanan, letakkan bantal di bawah bahu kanan, angkat lengan kanan anda tempatkan tangan kanan Anda di belakang kepala Anda, dan gunakan tangan kiri Anda untuk merasakan payudara Anda. Tidak saja seputaran payudara anda akan tetapi anda dapat mencari perbedaan hingga keseputaran ketiak.Jaringan payudara sebenarnya meluas sampai ke ketiak, jadi pastikan untukmencari hingga ketiak. Rasakan dari ketiak Anda sampai tulang leher Anda. Jika Anda menemukan benjolan ini dapat menunjukkan kelenjar getah bening yang membesar, dan dapat disebabkan oleh kanker atau infeksi. Anda juga dapat mencari ke sekitar puting anda. Perhatikan benjolan dan perubahannya disekitaran puting anda.

3. Melihat

Payudara setiap wanita berbeda. Banyak wanita memiliki satu payudara lebih besar dari yang lain. Akan tetapi yang harus anda perhatikan adalah perubahan dalam ukuran, garis atau bentuk payudara anda, terutama ketika Anda menggerakkan lengan atau mengangkat payudara Anda. Jika anda melihat adanya darah yang keluar diantara kedua puting maka harus waspada apalagi jika anda tidak dalam masa menyusui. Perbedaan yang signifikan terlihat dari puting, diantaranya yang memiliki sel kanker pada payudaranya jika posisi putingnya ditarik akan tenggelam dan tidak kembali lagi maka anda harus segera berkonsultasi dengan dokter anda.

sumber : http://bidanku.com/kanker-payuda-cara-mendeteksi-dini-benjolan-pada-payudara

Revolusi Radiologi

Perkembangan teknologi di bidang radiologi sangat luar biasa. Sejak ditemukannya sainar x oleh WC. Roentgen tahun 1895, terus berkembang teknologinya, mulai pesawat sinar x general purpose (radiografi umum), dental, mammografi, fluoroskopi, CT Scan hingga MRI yang bermanfaat untuk menegakkan diganosa.


Dengan pencapaian teknologi yang sedemikian hebatnya, bukan berarti penemuan sudah berhenti. Justru telah lahir Teknologi terbaru di bidang radiografi yaitu ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) yang ditemukan oleh Dr. WarsitoM.Eng merupakan teknik pencitraan yang memanfaatkan nilai kapasitansi dari objek berbentuk volum yang dikelilingi oleh multi sensor. Sensor-sensor yang mengelilingi objek tersebut mengukur nilai kapasitansi listrik yang dipengaruhi oleh distribusi permitivitas yang terdapat di dalam objek yang kemudian direkonstruksi dengan algoritma yang sesuai untuk mendapatkan citra (Alzufri, Habib Syeh, UI, 2008 ), keunggulan lain dari ECVT yaitu tanpa radiasi sebagaimana Sinar x.
Skema sistem ECVT – Melihat tembus secara 4 dimensi: Terdiri dari sistem sensor, sistem data akuisisi dan perangkat komputer untuk kontrol, rekonstruksi data dan display

Dengan perkembangan jaman yang semakin maju dalam hal teknologi, sistem Computer Aided Diagnosis (CAD) semakin popular digunakan untuk penanganan masalah-masalah medis seperti penyakit paru-paru. Dalam pemeriksaan yang konvensional, sejumlah citra sinar-X yang diambil pada waktu yang berbeda akan digunakan sebagai alat bantu diagnosis dalam mengetahui perkembangan penyakit yang terdapat pada paru-paru yang diamati. Citra tersebut mungkin memiliki perbedaan dalam hal posisi dan ukuran yang dapat saja mempengaruhi diagnosis yang muncul menjadi lebih rentan terhadap kesalahan dalam interpretasi. CAD berperan dalam mengurangi kesalahan tersebut dengan mendeteksi munculnya abnormalitas pada citra (Putri, Rininta , ITB, 2009).

Apabila ECVT sudah dikombinasikan dengan CAD, maka pasien untuk daerah terpencildapat segera tertangani dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih akurat.

Harapan Penulis, semoga bapak Dr. Warsito, M.Eng dapat meraih Nobel dengan temuannya yang bermanfaat bagi semua umat manusia. Amin


sumber : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/14/revolusi-radiologi-442263.html